Nama saya adalah Muhtar Lubis Asy'ari, saya terlahir di dunia dan berada diantara miliyaran manusia tepatnya di kota wali Demak Jawa Tengah. Saya pertama kali melihat dunia pada tanggal 2 Pebruari 1994, sebelum saya terlahir di dunia terlebih dahulu kakak-kaka saya merasakan indahnya dunia. Saya mempunyai lima kakak yang diantaranya tiga perempuan dan dua laki-laki, dan saya termasuk anak bungsu dari pasangan Alm. Bapak Maksum Abdul Syukur dan Ibu Siti Khumaidah. Bapak saya adalah seorang PNS di Departemen Agama dan ibu saya adalah seorang wiraswasta sampai sekarang.
Orang tua saya memberikan sebuah nama Muhtar Lubis Asy'ari dan biasa dipanggil Lubis, sebuah hal aneh yang mengganjal karena nama saya berbau orang batak padahal orang tua saya benar-benar asli orang jawa (Demak). Dan sampai sekarang saya tidak tahu alasannya kenapa orang tua saya memberi nama Lubis, tapi sebuah nama adalah sebuah do'a dan semoga Lubis itu "Luar Biasa". Amiin
Saya kecil dibesarkan di sebuah desa kecil di Kabupaten Demak, tepatnya di desa Teleogorejo, kecamatan Wonosalam. Tumbuh besar sampai akhirnya saya sekolah TK di TK Pertiwi hanya sampai nol kecil, selanjutnya orang tua saya pindah ke pusat kota Demak karena alasan pekerjaan. Di pusat kota Demak saya tinggal tepat di belakang Masjid Agung Demak sebuah komplek wisata religius karena Demak terkenal dengan kerjaan Islam pertama di pulau jawa, saya tinggal di sebuah perkampungan Kauman Utara, kelurahan Bintoro, kecamatan Demak. Karena saya sewaktu di desa hanya TK sampai nol kecil, akhirnya memutuskan melanjutkan TK nol besar di TK Pamekar Budi. Tetapi ada seorang tetangga yang menawarkan kepada ibu saya dan menyuruh saya untuk melanjutkan langsung ke jenjang SD karena tetangga saya juga seorang guru SD di SDN Bintoro 3 Demak, sebuah kekhawatiran yang mendalam ketika TK belum sempat lulus disuruh langsung melanjutkan ke SD. Dan tetapi akhirnya saya masuk ke SDN Bintoro 3 dan mengikuti pelajaran dengan baik. Selama 6 tahun saya menimba ilmu di SD tersebut walaupun sebelum akhirnya lulus Bapak saya meninggal dunia karena penyakit diabetes di saat saya kelas 5 SD.
Setelah lulus SD saya mendapat mandat oleh kakak-kakak saya dan di restui oleh ibu saya untuk melanjutkan sekolah SMP di kota beriman Jombang dan sekalian menimba ilmu agama di Pesantren At-tahdzib desa Rejoagung, kecamatan Ngoro, kabupaten Jombang.
Akhirnya saya sekolah di MTs IHSANNIAT, sebuah sekolah yayasan milik pesantren selama 3 tahun. Setelah saya lulus dari MTs IHSANNIAT saya masih tetap di pesantren dan melanjutkan sekolah di SMK IHSANNIAT dengan mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Sebuah ketertarikan tersendiri terhadap dunia IT atau lebih tepatnya komputer membuat saya ingin mengetahui lebih dalam tentangnya. Di SMK saya juga ikut dalam Organisasi Siswa (OSIS) dan menjabat sebagai sekretaris satau didalamnya.
Selama 6 tahun mengarungi dan menimba ilmu di kota nan jauh dari keluarga membuat saya bisa banyak belajar arti hidup mandiri dan mengerti banyak hal tentang sebuah kebersamaan, karena namanya hidup di pesantren pasti tidur bersama-sama, makan bersama-sama dan main bersama-sama, jangankan semua itu mandi pun kita semua bersama-sama. Sampai hal yang terlihat jorok pun kadang tak jarang kita lihat di kehidupan pesantren. Tetapi semua itu membuat saya lebih banyak teman dan kenalan, sampai soal asmara menghampiri saya di saat SMK. Apa lagi namanya di pesantren pacaran itu dilarang, namun namanya orang dimabuk cinta dan asmara pasti hal apa pun dilakukan. Sampai-sampai suatu saat akhirnya saya ketahuan oleh seorang pengurus (Ustadz) sedang pacaran, alhasil sebuah cambukan rotan mengenai punggung saya sebanyak sepuluh kali dan di rendam di kolam ikan selama 3 jam mulai dari jam 12 malam sampai jam 3 pagi dan itu berlangsung selama satu minggu. Hal yang akan selalu saya ingat dan tak terlupakan, karena itu semua adalah pelajaran bagi saya untuk tidak melanggar sebuah aturan yang telah ditentukan dan dibuat.
Sehabis lulus SMK akhirnya saya memutuskan untuk "boyong" pulang ke Demak untuk selamanya dan tidak kembali ke pesantren walaupun di pesantren saya tidak sempat lulus dan praktek mengajar jadi ustadz.
Dan di rumah pun saya menganggur selama satu tahun, karena keterbatasan biaya untuk kuliah karena ibu saya memang adalah wiraswasta atau lebih tepatnya seorang pedagang kaki lima yang menjajakan nasi di sebuah terminal pariwisata Masjid Agung Demak. Dengan sabar dan ikhlas saya terima keadaan, dan akhirnya saya pun memutuskan untuk bekerja di sebuah warung internet disaat malam hari dan paginya harus bekerja sebagai bagian TU (Tata Usaha) disebuah MTs Miftahul Ulum.
Selama satu tahun menjalankan pekerjaan yang sangat melelahkan akhirnya sebuah kabar baik menghampiri saya, bahwa saudara saya yang berada di Bekasi menawarkan pekerjaan dan akan di kuliahkan di Bekasi. Sebuah ucapan syukur yang tak terhingga saya panjatkan kepada Allah SWT karena akhirnya saya dapat melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi. Akhirnya tepat awal tahun 2012 saya berlabuh ke kota Patriot yaitu Bekasi, setelah dari timur saya melanjutkan ke barat. Sebuah hal yang tidak dinginkan oleh banyak orang ketika jauh dari keluarga dan orang tua, namun ini adalah tuntutan keadaan dan hidup yang harus saya jalani agar bisa merubah sebuah debu menjadi permata.
Di Bekasi saya bekerja disebuah rumah sakit swasta yang ownernya adalah saudara saya sendiri yaitu Pakde saya, di Rumah Sakit Multazam Medika saya bekerja dibagian staff IT karena memang background saya adalah SMK jurusan TKJ. Setelah beberapa bulan menjalani pekerjaan sebagai karyawan kontrak, akhirnya ketika tahun ajaran baru dimulai saya mencari tempat-tempat kuliah. Yang ada didalam pikiran saya adalah tempat kuliah saya nantinya biayanya tidak mahal, karena saya juga tahu kalau biaya kuliah saya semuanya yang menanggung adalah saudara saya. Namun setelah saya mendapatkan tempat kuliah yang saya anggap tidak terlalu high class yaitu di STMIK Bani Saleh dan saya pun mengajukan kepada Pakde saya tempat kuliah tersebut. Namun akhirnya pengajuan saya di tolak karena dianggap tempat kuliah yang saya ajukan itu kurang bagus. Dan akhirnya saya disuruh mencoba cari informasi ke kampus Gunadarma kalimalang Bekasi, dan sampai akhirnya yang disetujuin adalah saya disuruh kuliah di Universitas Gunadarma sampai sekarang ini.





1 komentar:
MGM Grand Hotel and Casino, Las Vegas, NV, United States - MapYR
The MGM Grand 세종특별자치 출장마사지 Hotel 상주 출장샵 and Casino is one of the largest hotel and casino resorts in 전라북도 출장안마 Las Vegas, Nevada 군산 출장안마 and the only one-stop solution 서산 출장안마 for Las Vegas
Posting Komentar