A. Cinta adalah perasaan yang lahir
dari hati seseorang , timbul dengan sendirinya, tidak melihat waktu dan
usia, suatu asa untuk ingin menyayangi dan memiliki, seperti perasaan
cinta ibu kepada anak nya, perasaan cinta tuhan kepada umat nya yang
bertaqwa. cinta yang tulus akan menimbulkan nilai2 kejiwaan yang selalu
tulus dan berserah.
Definisi Cinta menurut W. J. S. Poerwadarminta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan definisi kasih menurut beliau adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Jadi kalau disimpulkan cinta kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Pengertian cinta juga dikemukakan oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, beliau mengatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Yang dimaksud dengan keintiman adalah adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi, panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan panggilan nama atau sayang. Sedangkan kemesraan adalah rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau tidak bertemu, adanya ungkapan-ungkapan sayang.
Selain pengertian yang dikemukakan di atas pengertian cinta dikemukakan juga oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan dalam bukunya manajemen cinta, menurut beliau cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang jadi kesimpulannya cinta adalah fitrah manusia yang murni yang tak dapat terpisahkan dengan keidupannya.
1. Arti Cinta Kasih
Cinta kasih bersumber pada ungkapan perasaan yang didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa tingkah laku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab. Dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang dan kemesraan. Belas kasihan dan pengabdian. Cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara sesama manusia, antara manusia dengan lingkungan, dan antara manusia dengan Tuhan.
Apabila dirumuskan secara sederhana, cinta ksih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan, belas kasihan dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kebahagiaan.
2. Macam Cinta Kasih
Adanya beberapa macam cinta kasih, yaitu sebagai berikut :
a. Cinta kasih antar orang tua dan anak. Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuha anaknya, berarti mempunyai rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna dikemudian hari.
b. Cinta kasih antara pria dan wanita. Seseorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan perilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan seuntai mawar merah, berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu.
c. Cinta kasih antara sesama manusia. Apabila seorang sahabat berkunjung ke rumah kawannya yang sedang sakit dan membawa obat kepadanya berarti bahwa sahabat itu menaruh cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu.
d. Cinta kasih antara manusia dan Tuhan. Apabila seorang taat beribadah, menurut perintah Tuhan, dan menjauhi larangan-Nya, orang itu mempunyai cinta kasih kepada Tuhan penciptanya.
e. Cinta kasih manusia terhadap lingkungannya. Apabila seseorang menciptakan taman yang indah, memelihara taman pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, menanam tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan secara semena-mena atau dikatakan bahwa orang itu menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya.
B. Cinta Menurut Agama
Definisi Cinta menurut W. J. S. Poerwadarminta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan definisi kasih menurut beliau adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Jadi kalau disimpulkan cinta kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Pengertian cinta juga dikemukakan oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, beliau mengatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Yang dimaksud dengan keintiman adalah adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi, panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan panggilan nama atau sayang. Sedangkan kemesraan adalah rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau tidak bertemu, adanya ungkapan-ungkapan sayang.
Selain pengertian yang dikemukakan di atas pengertian cinta dikemukakan juga oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan dalam bukunya manajemen cinta, menurut beliau cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang jadi kesimpulannya cinta adalah fitrah manusia yang murni yang tak dapat terpisahkan dengan keidupannya.
1. Arti Cinta Kasih
Cinta kasih bersumber pada ungkapan perasaan yang didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa tingkah laku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab. Dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang dan kemesraan. Belas kasihan dan pengabdian. Cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara sesama manusia, antara manusia dengan lingkungan, dan antara manusia dengan Tuhan.
Apabila dirumuskan secara sederhana, cinta ksih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan, belas kasihan dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kebahagiaan.
2. Macam Cinta Kasih
Adanya beberapa macam cinta kasih, yaitu sebagai berikut :
a. Cinta kasih antar orang tua dan anak. Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuha anaknya, berarti mempunyai rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna dikemudian hari.
b. Cinta kasih antara pria dan wanita. Seseorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan perilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan seuntai mawar merah, berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu.
c. Cinta kasih antara sesama manusia. Apabila seorang sahabat berkunjung ke rumah kawannya yang sedang sakit dan membawa obat kepadanya berarti bahwa sahabat itu menaruh cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu.
d. Cinta kasih antara manusia dan Tuhan. Apabila seorang taat beribadah, menurut perintah Tuhan, dan menjauhi larangan-Nya, orang itu mempunyai cinta kasih kepada Tuhan penciptanya.
e. Cinta kasih manusia terhadap lingkungannya. Apabila seseorang menciptakan taman yang indah, memelihara taman pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, menanam tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan secara semena-mena atau dikatakan bahwa orang itu menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya.
B. Cinta Menurut Agama
Adapun delapan pengertian cinta menurut Al-Quran :
1. Cinta Mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan
“nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu
berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia
ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
2. Cinta Rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut,
siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis
rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap
diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih
meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan
kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.
3. Cinta Mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara,
sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung
kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam
konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda
(an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.
4. Cinta Syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil
dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha
hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak
menyadari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika
mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada
bujangnya, Yusuf.
5. Cinta Ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan
norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega
membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an
menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah
menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus
hukuman bagi pezina (Q/24:2).
6. Cinta Sobhwa, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku
penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ni ketika
mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha
yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika
tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa
illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin
(Q/12:33).
7. Cinta Syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur’an tetapi dari
hadis yang menafsirkan al Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5
dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan
tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari
hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as
syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah
Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu.
8. Cinta Kulfah, yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik
kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang
menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada
pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwa
Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la
yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286).
C. Kata kasih dan sayang itu mengandung pengertian yang sangat luas. Dan
yang pasti setiap insan manusia perlu tahu dan mengerti apa makna kasih
sayang yang sebenarnya, sekaligus memilikinya di dalam sanubari.
Seseorang akan terlanda kekeringan jiwa jika hidup tanpa memiliki kasih
maupun sayang. Apapun yang terjadi, pasti dia akan selalu ingin cintai
sekaligus mencintai orang lain. Dari pertama kali lahir di dunia sampai
ajal menjemput.
Yang dimaksud dengan kasih dan sayang di sini bukan sekadar hubungan
cinta atau asmara antara seorang laiki-laki dan perempuan saja. Namun
lebih bersifat universal. Sehingga hal ini bisa terjadi terhadap
sahabat, saudara, keluarga dan lain-lain. Dan yang perlu ditekankan
adalah, bahwa kasih dan sayang yang tulus itu selalu punya sifat yang
ikhlas dan lebih banyak memberi daripada menerima. Kepentingan diri
sendiri sering dinomor duakan demi memberi kebahagiaan pada orang yang
dikasih dan disayanginya.
D. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga
kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib.
Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi
nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang
dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal
pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang
menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam
perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih
sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada
usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan
sebagainya.
E. PEMUJAAN
Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat
memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian
pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan YME.
Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan,
karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya.
Cara Pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai
dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan
merupakan tempat komunikasi manusia dengan Tuhan. Berbagai seni sebagai
manifestasi pemujaan merupakan suatu tambahan tersendiri dalam
terciptanya kehidupan yang lebih indah.
F. BELAS KASIH
Belas kasih (composian)adalah kebajikan -satu di mana kapasitas
emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap
sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial
yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam
filsafat, masyarakat, dan kepribadian . Ada aspek belas kasih yang
menganggap dimensi kuantitatif, seperti individu belas kasih yang sering
diberi milik kedalaman,kekuatan atau gairah .
Lebih kuat dari empati , merasakan umumnya menimbulkan aktif keinginan
untuk meringankan penderitaan orang lain. Hal ini sering, meskipun tidak
pasti, komponen kunci dalam apa yang memanifestasikan dalam konteks
sosial .Dalam etika istilah, berbagai ungkapan bawah usia yang disebut
Golden Rule mewujudkan oleh implikasi prinsip kasih sayang: untuk orang
lain apa yang Anda ingin mereka lakukan untuk Anda
Cinta kasih erotis adalah kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan
penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut
bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan
bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat di percaya.
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali di campurbaurkan dengan
pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba
tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara 2orang yang asing 1sama
lain. Tetapi seperti yang telah di katakan terlebih dahulu, pengalaman
intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah
sementara saja. Dalam cinta kasih erotis terdapat ekskllusivitas yang
tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan.
Ciri-ciri eksklusif dalam cinta kasih erotis ini perlu di bicarakan
lebih lanjut. Kerap kali eksklusivitas dalam cinta kasih erotis di salah
tafsirkan dan di artikan sebagai suatu ikatan hak milik. Cinta kasih
erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai 1 pendirian, yaitu
bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya
yang sedalam-dalamnya, dan menerima pribadi orang lain yang
sedalam-dalamnya.
SUMBER:
http://ridwansyaidy.blog.com/2010/04/13/makna-cinta-kasih/
http://gexiiydhiio.wordpress.com/2010/04/23/macam-macam-kasih-cinta/
http://majalahasik.com/inilah-8-pengertian-cinta-menurut-al-quran/
MANUSIA DAN KEINDAHAN
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang,
hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi
kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus
benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika,
sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal"
adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan
dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Menurut cakupannya, orang harus membedakan antara keindahan sebagai
kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda yang indah. Untuk membedakan
kedua hal ini, dalam bahasa inggris sering digunakan istilah "Beauty"
(keindahan) dan "The Beautiful" (benda atau hal yang indah). Selain itu
menurut luasnya juga dibedakan pengertian :
a. Keindahan dalam arti luas
Keindahan dalam arti luas meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.
b. Keindahan dalam arti setetik murni
Keindahan dalam arti setetik murni menyangkut pengalaman estetik
seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
c. Keindahan dalam arti terbatas
Keindahan dalam arti terbatas adalah yang menyangkut benda-benda yang
dapat diserap dengan penglihatan, yaitu berupa keindahan bentuk dan
warna.
Dengan panca indera kita setiap saat menikmati keindahan dan berusaha
menciptakan atau berbuat memperindah agar lebih menarik, mempesona dan
menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua itu menunjukkan bahwa setiap
manusia mencintai keindahan.
Pada saat bercinta, setiap isan ingin bahkan bergelora hatinya untuk
menciptakan keindahan misalnya dalam bentuk puisi, lukisan, rangkaian
bunga atau apa saja yang dapat diciptakannya. Wajarlah kalau cintai itu
kuat sekali membangkitkan daya kreativitas para seniman untuk
menciptakan keindahan.
Keindahan adalah identik dengan keindahan. Keindahan adalah kebenaran,
dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu
abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak
mengandung kebenaran tidak indah misalnya tiruan lukisan monalisa tidak
indah karena dasarnya tidak benar.
Menurut The Liang Gie pengertian keindahan dianggap salah satu jenis
nilai (nilai estetik) yakni nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu
yang tecakup dalam pengertian keindahan. Bahwa setiap yang berkaitan
dengan pengertian keindahan melalui penampilannya dan penghayatan
penghayatan maka setidak-tidaknya akan menemukan penggolongan nilai
terpenting yaitu nilai ekstrinsik dan nilai intrinsic.
Nilai ekstrinsik yaitu nilai yang sifatnya baik sebagai alat untuk
membantu sesuatu hal sedangkan nilai intrinsic adalah sifat baik yang
terkandung didalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik
tersebut.
Keserasian merupakan bagaian atau yang dapat mewujudkan keindahan.
Keserasian mengandung unsure pengertian, perpaduan, pertentangan, ukuran
dan seimbang. Misalnya orang dalam berpakaian memperhatikan antara
kulit dan warna yang disukai cocok, warna kulitnya hitam tidak cocok
kelihatannya apabila ia memakai warna hijau. Warna hijau cocok untuk
orang yang berkulit langsat.
Bertolak dari keserasian, pada dasarnya keindahan itu adalah sejumlah
kualitas yang paling sering disebut suatu kesatuan (unity), keselarasan
(harmony), kesetangkupan (simetry), keseimbangan (balance) dan
pertentangan (contrast). Keindahan juga tersusun dari berbagai
keselarasan dan pertentangan dari garis, warna, bentuk, nada dan
kata-kata.
Kehalusan dalam pengertian keindahan bagi manusia dimaksudkan sebagai
sikap lembut dalam menghadapi orang lain. Lembut dalam mengucapkan
kata-kata, lembut dalam roman muka, lembut dalam sikap anggota badan
lainnya. Hal ini berarti menyangkut kesopanan atau keadaban dari sikap
manusia dalam pergaulannya baik masyarakat kecil maupun dalam masyarakat
luas.
Menurut Alex Ganur dalam bukunya yang berjudul etika bahwa unsur-unsur
dan bagian yang dapat melahirkan sikap halus atau kasar adalah :
1. Anggota badan, bahwa anggota badan yang melahirkan sikap kehalusan
atau kasar seperti kaki, tangan, kepala, bahu, mulut, bibir, mata dan
roman muka. Orang yang kesadaran etisnya tinggi, sikap-sikap kakinya
dikendalikan sebaik-baiknya untuk tidak mengganggu atau merugikan orang
lain.
2. Bahasa, orang yang kesadaran etisnya tinggi bisa memilih kata-kata
yang sopan, penyusunannya juga teratur, serta pandai mengatur dan
mengendalikan nada, irama dan alun suara dalam mengucapkan isi hati,
keinginan dan buah pikirannya.
3. Bagian-bagian rohani, melahirkan sikap yaitu pikiran, perasaan dan
kemauan (cipta, rasa dan karsa). setiap tindakan dan perbuatan timbul
karena adanya kemauan. Dengan adanya kemauan, manusia dapat menentukan
pilihan berbuat atau tidak berbuat sesuatu baik berbuat baik atau tidak
berbuat baik.
Ketiga unsur rohaniah diatas merupakan jalinan yang kuat sekali dan yang
membuat orang dinamis. Dengan pikiran, manusia dapat mengendalikan
keauan dan perasaannya. Hal ini berarti dapat mengendalikan tingkah
lakunya sesuai dengan rasionya. Demikian pula perasaan halus akan
melahirkan jalan pikirannya sehingga dapat melahirkan pikiran yang
bijaksana atau akal yang sehat.
Agar didalam pergaulan terjadi kehalusan dan kelembutan maka hendaklah
hubungan itu dilakukan harus berdasarkan prinsip-prinsip :
- Cinta kasih
- Keadilan
- Kejujuran
- Keloyalan
Apabila hal-hal diatas dipegang teguh dan sebagai dasar pergaulan maka
akan selalu ditemui kehalusan atau kelembutan, kedamaian, kebahagiaan
dan ketenangan.
Kehalusan dalam karya seni sangat menentukan untuk perwujudan
kehindahannya. karya seni sebagai hasil ciptaan manusia, mempunyai
nilai-nilai tertentu untuk memuaskan sesuatu keinginan manusia.
Dilihat dari mediumnya, maka suatu karya seni mempunyai :
a. Nilai inderawi (sensous value), bahwa dengan nilai ini pengamat
memperoleh kepuasan lewat ciri-ciri inderawi hasil seni seperti
warna-warna yang terpancar dari suatu lukisan atau kata-kata yang indah
terdengar dalam suatu deklamasi saja.
b. Nilai formal (formal value), yang membuat sipengamat menghargai atau mengagumi bentuk karya seni tersebut.
c. Nilai Pengetahuan (cognitive value), bahwa dengan penghayatan seni
membuat orang sadar akan realita subjektif, pengalaman intern dan
perasaannya.
d. Nilai kehidupan (life value), melalui karya seni berbagai nilai
kehidupan diteruskan, seperti ide, thema, atau dalil keadilan yang
terselip didalam karya seni itu sendiri. Bahkan terhadap kehidupan
pribadi, seseorang itu mampu merasa dan menilai secara halus karya seni
yang dihayatinya sehingga dalam hal ini dapatlah dikatakan bahwa seni
untuk seni.
SUMBER : http://blog.uin-malang.ac.id/gudangmakalah/2011/06/17/manusia-dan-keindahan/
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Pengertian penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa
sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya
menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan
dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin.
Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan
bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan
individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu
pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan
penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan
energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal
untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.
B. Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasman, dan dapat
juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami
seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yagn sifatnya psikis bisa
berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang
berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab
yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia
dan agoraphobia, gamang, ketakutan, keakitan, kegagalan. Para ahli ilmu
jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu
problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan
ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang
merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemnya dan
tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan
pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan
disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus
menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
C. Kekalutan mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental.
Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai
gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang
wajar.
Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam,
nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab
timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang
sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa
rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.
Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang
berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over
compensatie.
D. Penderritaan dan perjuanagna
etiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik secara berat ataupun
ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat
kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha
mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau
menghilangkan sama sekali. Manusia adalah makhluk berbudaya, dengan
budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau
dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita
sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi
konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya
untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak
boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan.
Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidupnya.
Allah berfirman dalam surat Arra’du ayat 11, bahwa Tuhan tidak akan
merubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang berusaha
merubahnya.
E. Penderitaan, media masa dan seniman
Dalam dunia modern sekarng ini kemungkinan terjasi penderitaan itu lebih
besar. Hal ini telah di buktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya
menyejahterkan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita.
Penciptaan bom atom, reactor nukir, pabrik senjata, peluru kendali,
pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan
manusia. Hal ini sudah terjadi seperti bom atom di Hirosyima dan
Nagasaki, kebocoran reactor nuklir di Uni Soviet, kebocoran gas beracun
di India, pengunaan peluru kendali dalam perang Irak dan yang baru –
baru ini terjadi di Jepang tepatnya di Fukushima terjadi ledakan reactor
nuklir yang menyebabkan radiasi nuklir yang membahayakan kesehatan
manusia,akibatnya masyarakat sekitar yang tinggal di daerah tersebut
harus di ungsikan ke tempat yang lebih aman.
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi
lembaran Koran, layar TV. Pesawat radio, dengan maksud supaya semua
orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia.
Dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan sukarelawan berupa
material atau tenaga untuk meringankan penderitaan dan penyelamatan
mereka dari musibah ini.
Media massa merupakan alat yang paling tepat untuk
mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaab manusia secara cepat
kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai
untuk menentukan sikap antara sesame manusia terutam bagi yang merasa
simpati. Tetapi tidak kalah pentingnys komunikasi yang dilakukan para
seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penonton dapat
menhayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh
bagaimana penderitaan anak bernama Arie Hangara yang mati akibat siksaan
orang tuanya sendiri yang di filmkan dengan judul “Arie Hangara”.
F. Penderita dan sebab - sebabnya
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab – sebab
timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai
berikut :
Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat
terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam
sekitarnya. Penderitaan yang terkadang disebut nasib buruk ini dapat
diperbaiki bila manusia itu mau berusaha untuk memperbaikinya.
Penderitaan yang timbul karen penyakit, siksaan / azab Tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan /
azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal dan optimisme merupakan usaha
manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
G. Pengaruh penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh
bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa
sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan
karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap
ini di ungkapkan dalam pribahasa “Sesal dahulu pendapatan, sesal
kemudian tak berguna”, “Nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutab dari sikap
negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau
kawin, tidak punya gairah hidup.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa
hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri
dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari
kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan
mungkin timbul sikap keras atau sikap anti, misalnya anti kawin paksa,
ia berjuang menentang kawin paksa; anti ibu tiri, ia berjuang melawan
sikap ibu tiri; anti kekerasan, ia beruang menentang kekerasan, dan lain
– lain.
Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para
seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton
akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk
mengdakan perubahan nilai – nilai kehidupan dalam masyarakat dengan
tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan
dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa
hambatan harus disingkirkan.
SUMBER : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/
http://thisisnotbyan.blogspot.com/2012/05/manusia-dan-penderitaan.html
http://ceciliamargaretha.blogspot.com/2012/01/ibd-2-manusia-dan-penderitaan.html
MANUSIA DAN KEADILAN
A. Pengertian Keadilan,
Keadilan adalah pengakuan dan perilaku yang seimbang anatar hak dan
kewajiban. Hal ini harus dipahamai secara mendalam, karena jika seorang
hanya menuntut hak saja, tanpa mengerjakan kewajiban, maka akan
memperbudak dan merugikan pihak lain. Sebaliknya, jika kita hanya
mementingkan kewajiban saja, kita akan meudah diperbudak orang lain.
B. Keadilan Sosial,
Keadilan sosial mengandung perngertian bahwa keadilan harus diterapkan
di kehidupan sosial bermasyarakat. Hal ini sesuai dengan amanah
Pancasila dan konstitusi demi terciptanya kesejahteraan bersama. Untuk
mewujudkan keadilan sosial, sikap yang perlu dipupuk antara lain :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan kekeluargaan dan kegotongroyongan,
2. adil dan seimbang terhadap siapa saja,
3. suka memberi pertolongan,
4. suka berkerja keras,
5. menghargai hasil karya orang lain,
C. Berbagai Macam Keadilan,
1. Keadila Legal atau Kedailan Moral,
keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang
membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap
orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya yang paling sesuai.
Ini menurut Plato disbeut keadilan moral, sedangkan pendapat lain
menyebutnya keadlian legal.
2. Keadilan Distributif,
Mengandung perngertian bahwa keadilan akan terlaksana apabila hal-hal
yang sama diperlakukan secara sama dan hal yang tidak sama diperlakukan
tidak sama.
3. Keadilan Komutatif,
Keadilan ini bertujuan menciptakan ketertiban dan kesejahteraan umum.
Sehingga apabila ada sesuatu di luar peraturan yang berlaku disebut
tidak adil.
D. Kejujuran,
Kejujuran atau jujur mengandung perngertian bahawa apa yang dikatakan
sesuai dengan hati nuraninya, dan sesuai dengan kenyataan yang ada.
Pada hakekatnya kejujuran dilandasi kesadaran moral akan hak dan
kewajibannya juga takut akan dosa. Adapun kesadaran moral menuntut
manusia untuk memilih hal yang baik dan buruk, halal dan haram, dan
sebagainya. Terkadang pemikiran tidak sesuai dengan hati nurani. Saat
itulah ketika seseorang bertindak berdasar pemikirannya dikatakan ia
tidak jujur kepada dirinya dan pada akhirnya akan menimbulkan rasa tidak
nyaman di hati. Untuk itu, batasan dari kejujuran adalah hati nurani,
bukan pemikiran.
E. Kecurangan,
Secara sederhana kecurangan adalah lawan dari tidak jujur, dan identik
dengan licik. Kecurangan mengandung pengertian bahwa seseroang
mendapatkan keuntungan dengan cara yang tidak benar/ tidak jujur. Dan
biasanya cara yang digunakan tidak wajar.
Ada banyak sebab kecurangan, namun pada akhirnya kecurangan akan
mengarah kepada keburukan. keburukan adalah lawan kebaikan, dan pada
hakikatnya keduanya ada di diri manusia. Tinggal mana yang akan dipilih.
Disini, hati nurani lah yang bekerja. Apabila seseorang condong kepada
kebaikan, maka kejujuran yang dipilihnya begitupun sebaliknya.
F. Pemulihan Nama Baik,
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup bersosial. Orang akan
berusaha mati-matian untuk menjaga namanya agar tetap baik. meskipun
terkadang jalan yang diambil curang.
Nama baik erat kaitanya dengan perbuatan dan tingkah laku. Perbuatan
sendiri meliputi banyak hal mulai dari cara berbicara, cara bergaul, dan
sebagainya. Perbuatan baik sendiri, bisa dibagi ke dalam dua hal,
1. manusia menurut sifat dasarnya adalah berupa moral,
2. manusia dengan aturan-aturan tertentu dalam bermasyarakat.
Pemulihan nama baik sendiri berarti adanya kesadaran dari seseorang
untuk mengembalikan kedudukannya di dalam masyarakat. Hal ini bisa
didasarkan bahwa orang itu berbuat salah dan menyadarinya, atau mendapat
fitnah dari pihak lain. Pada intinya, pemulihan nama baik adalah upaya
untuk mengembalikan kedudukannya kembali di dalam masyarakat.
G. Pembalasan,
Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain kepada diri
kita. reaksi bisa berupa perbuatan yang sama/ seimbang, lebih kecil,
atau bahkan lebih besar. Ketidakadilan bisa terjadi apabila pembalasan
dilakukan dengan reaksi yang lebih besar.
Meskipun pembalasan identik dengan perbuatan buruk, namun sebenarnya
yang dinamakan pembalasan adalah reaksi dari semua perbuatan kita dalam
bergaul. Jika seseorang bergaul dengan baik, maka ia akan mendapat
pembalasan yang bak pula. Sebaliknya, apabila seseorang bergaul dengan
cara yang tidak baik, maka ia akan mendapatkan balasannya berupa ketidak
baikan pula.
SUMBER : https://whaysworld.wordpress.com/2011/06/10/manusia-dan-keadilan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Keadilan_sosial
http://aditiodoank.wordpress.com/2011/04/03/macam-macam-keadilan/
http://sugiartha26.wordpress.com/2011/04/16/7-manusia-dan-keadilan/





0 komentar:
Posting Komentar